Total Pageviews

Thursday, September 13, 2018

Indikator Kemandirian Kader Posyandu dan Cara Mengukurnya


Kader  Posyandu  adalah  orang  dewasa,  baik  laki–laki  atau perempuan  yang  mau  bekerja  secara  sukarela  melakukan kegiatan–kegiatan kemasyarakatan kesejahteraan  lanjut  usia.

Tugas  kader  dalam  posyandu  lanjut  usia menurut Pedoman Pelaksanaan Posyandu Lanjut Usia   (Komnas Lansia th 2010) antara  lain:  
  1. Mempersiapkan  sarana  dan  prasarana  yang  diperlukan pada  kegiatan  posyandu.
  2. Memobilisasi  sasaran  pada  hari  pelayanan  posyandu.
  3. Melakukan  pendaftaran  sasaran  pada  pelayanan posyandu  lanjut  usia
  4. Melaksanakan  kegiatan  penimbangan  berat  badan  dan pengukuran  tinggi  badan  para  lanjut  usia  dan  mencatatnya dalam  KMS  atau  buku  pencatatan  lainnya.
  5. Membantu  petugas  dalam  pelaksanaan  pemeriksaan kesehatan  dan  pelayanan  lainnya.
  6. Melakukan  penyuluhan  (  kesehatan,  gizi,  sosial,  agama dan  karya)  sesuai  dengan    minatnya.


Syarat menjadi kader :
  1. Diutamakan  berasal  dari  anggota  masyarakat  setempat
  2. Dipilih  oleh  masyarakat  sesuai  prosedur  setempat.
  3. Mau dan mampu bekerja  sukarela  
  4. Dapat membaca  dan  menulis
  5. Sabar dan  memahami  para  lanjut  usia.
  6. Jiwa  pelopor  pembaharuan  dan  penggerak  masyarakat  


Menurut Depkes RI (2000) ada dua peran kader yaitu :
A. Peran kader saat posyandu (sesuai dengan sistem lima meja) adalah:
  1. Melaksanakan pendaftaran (pada meja I).
  2. Melaksanakan pencatatan kegiatan sehari-hari yang dilakukan usila, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan status mental (pada meja II).
  3. Membagikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) (pada meja III).
  4. Memberikan penyuluhan (pada meja IV).
  5. Memberi dan membantu pelayanan yang dilakukan oleh petugas puskesmas (pada meja V).

B. Peran kader di luar posyandu adalah:
  1. Mengajak kelompok lansia untuk datang pada hari kegiatan posyandu.
  2. Menunjang upaya kesehatan lainnya yang sesuai dengan permasalahan yang ada, seperti pemberantasan penyakit menular, penyehatan rumah, pembersihan sarang nyamuk, pembuangan sampah, penyediaan sarana air bersih,menyediakan sarana jamban keluarga, pemberian pertolongan pertama pada penyakit, P3K dan dana sehat.



Indikator kemandirian :
  1. Mampu mempersiapkan perlengkapan yang diperlukan pada kegiatan posyandu.
  2. Mampu menyampaikan  rencana  kegiatan  kepada  kantor  desa.
  3. Mampu memobilisasi sasaran pada hari pelayanan posyandu.
  4. Mampu melakukan pendaftaran sasaran pada pelayanan posyandu lanjit usia.
  5. Mampu  melaksanakan penimbangan berat badan para lanjut usia.
  6. Mampu melakukan pengukuran tinggi badan para lanjut usia.
  7. Mampu melakukan pengukuran tekanan darah para lanjut usia.
  8. Mampu mencatat hasil pengukuran tinggi badan dan berat badan dalam KMS atau buku catatan lain.
  9. Mampu melakukan penyuluhan (kesehatan, gizi, sosial, agama dan karya) sesuai dengan minatnya.
  10. Mampu melakukan penyuluhan kesehatan perorangan berdasarkan KMS.
  11. Memindahkan  catatan-catatan  pada  KMS  lansia  ke  dalam  buku register  atau  buku  bantu  kader.
  12. Melakukan  evaluasi  hasil  kegiatan  dan  merencanakan  kegiatan  hari posyandu  lansia  pada  bulan  berikutnya.
  13. Melakukan  kunjungan  rumah  untuk  Penyuluhan  Perorangan  / sekaligus  tindak  lanjut  untuk  mengajak  lansia  untuk  datang  ke Posyandu  lansia  pada  kegiatan  bulan  berikutnya.
  14. Mampu mendokumentasikan kegiatan posyandu lansia.


Tabel Indikator Kemandirian, Definisi Operasional dan Cara Pengukuran


NO
INDIKATOR KEMANDIRIAN
DEFINISI OPERASIONAL
CARA PENGUKURAN
1
Mampu mempersiapkan perlengkapan yang diperlukan pada kegiatan posyandu
1.    Kader mampu menyebutkan perlengkapan yang dibutuhkan untuk kegiatan posyandu
2.    Kader mampu menyiapkan/meletakkan perlengkapan yang dibutuhkan utk kegiatan posyandu

Wawancara Kuisioner

Observasi
2
Mampu menyampaikan  rencana  kegiatan  kepada  kantor  desa
Kader mampu menyampaikan rencana kegiatan (tempat, waktu dan agenda kegiatan) kepada pegawai kantor desa (wawancara)

Wawancara Kuisioner
3
Mampu memobilisasi sasaran pada hari pelayanan posyandu
1.    Kader lansia mampu membuat pengumuman/undangan kepada sasaran
2.    Kader lansia mampu menghubungi tokoh masyarakat untuk memobilisasi warga lansia untuk mengikuti posyandu lansia

Wawancara Kuisioner atau Observasi
Wawancara Kuisioner
4
Mampu melakukan pendaftaran sasaran pada pelayanan posyandu lanjit usia
Cara pengukuran :

1.    Kader menyiapkan buku pendaftaran peserta
2.    Kader mencatat nama jelas, alamat dan nomor kontak peserta kegiatan posyandu lansia
Observasi
Observasi
5
Mampu  melaksanakan penimbangan berat badan para lanjut usia
Kader mampu melakukan penimbangan berat badan para peserta sesuai dengan prosedur berikut ini :
1.    Kader menyiapkan dan meletakkan alat ukur di lantai yg datar dan keras
2.    Kader memastikan  alat  timbang  menunjukkan  angka  “00.00”  sebelum  melakukan penimbangan  dengan  menekan  alat  timbang  tersebut.
3.    Ketika  alat  timbang  sudah  menunjukkan  angka  00.00, kader mintalah  anak  tersebut untuk  berdiri di tengah-tengah  alat  timbang.
4.    Kader memastikan  posisi  badan  lansia dalam  keadaan  berdiri  tegak,  mata/kepala  lurus  ke arah  depan,  kaki tidak  menekuk. 
5.    Setelah  lansia berdiri  dengan  benar,  secara  otomatis  alat  timbang  akan menunjukkan  hasil  penimbangan  digital. 
6.    Kader meminta sasaran tersebut  untuk  turun dulu  dari  timbangan  dan  kader harus  segera  mencatat  hasil penimbangan  tersebut

Observasi
6
Mampu melakukan pengukuran tinggi badan para lanjut usia
Kader mampu melakukan pengukuran tinggi badan para peserta posyandu lansi dengan prosedur berikut :
1.    Menunjukkan posisi lansia yang akan diukur
2.    Menggabungkan bagian-bagian alat ukur (sesuai petunjuk), dan pasang alas alat ukur. Kemudian pasang kunci pengait alas alat ukur (besi berbentuk huruf U)
3.    Meletakkan alat ukur pada lantai atau permukaan yang datar Melepas Alas kaki , penutup kepala/topi atau topi/peci dari responden yang akan diukur
4.    Meminta lansia yang akan diukur diminta naik ke alas alat ukur dengan posisi membelakangi alat ukur
5.    Meminta lansia berdiri tegak pandangan lurus ke depan.
6.    MemPerhatikan titik lobang telinga dengan ujung mata harus membentuk garis imajiner yang tegak lurus terhadap dinding belakang alat ukur.
7.    Memperhatikan, dinding belakang alat ukur harus berada ditengah to Kepala, bahu, punggung pantat dan tumit menempel di dinding alat ukur. Bila ini tidak mungkin minimal 3 bagian yang menempel di dinding alat ukur Posisi pengukur berada di depan yang diukur.
8.    Menggerakan alat geser sampai menyentuk kepala, tidak terlalu ditekan. Bagian belakang alat geser hams menempel rapat pada dinding belakang alat ukur Bila angka tinggi badan dibaca dari arah depan:
9.    Membaca angka skala pada jendela baca yang terletak pada bagian depan alat geser tepat di garis berwarna merah. Bila angka tinggi badan dibaca dari skala yang terletak disamping: membaca angka yang terletak di bagian bawah alat geser

Observasi
7.
Mampu melakukan pengukuran tekanan darah para lanjut usia
Kader mampu melakukan pengukuran tinggi badan para peserta posyandu lansi dengan prosedur berikut:
1.    Membantu  peserta ke posisi yang nyaman dengan lengan tersokong dan telapak tangan menghadap keatas.
2.    Membuka lengan baju dan digulung.
3.    Meletakkan tensimeter sejajar dengan jantung.
4.    Memasang manset tensimeter pada lengan atas 2-3 cm diatas vena cubiti dengan pipa karet berada di bagian luar lengan. Manset dipasang tidak terlalu kencang atau terlalu longgar.
5.    Menempatkan bagian telinga stetoskop ke dalam telinga dan pastikan bunyi terdengar jelas dan tidak samar.
6.    Meraba denyut arteri brachialis lalu stetoskop ditempatkan pada daerah tersebut.
7.    Menutup skrup balon karet, pengunci raksa dibuka. Selanjutnya balon dipompa diatas sistolik normal klien. Bila tidak mengetahui tekanan sistolik normal klien, tekan arteri radialis klien  sampai denyut nadi arteri radialis tidak terdengar lagi dan air raksa di dalam pipa gelas naik.
8.    Membuka skrup balon perlahan-lahan sehingga air raksa turun perlahan-lahan. Sambil memperhatikan turunnya air raksa, dengarkan bunyi denyutan pertama dan terakhir.
9.    Proses selesai, kempiskan manset dan rapikan lansia.

Observasi
8
Mampu mencatat hsail pengukuran tinggi badan dan berat badan dalam KMS atau buku catatan lain
Kader menuliskan hasil pengukuran tinggi badan, berat badan dan tekanan darah pada KMS dengan benar

Observasi
9
Mampu melakukan penyuluhan (kesehatan, gizi, sosial, agama dan karya) sesuai dengan minatnya.
Kader mampu melakukan penyuluhan (kesehatan, giz, sosial, agama dan karya) sesuai dengan minatnya

Observasi
10
Mampu melakukan penyuluhan kesehatan perorangan berdasarkan KMS
Kader mampu melakukan penyuluhan kesehatan berkaitan dengan hasil pengukuran tinggi badan, berat badan, tekanan darah maupun keluhan-keluhan yang dirasakan oleh peserta posyandu lansia

Observasi
11
Memindahkan  catatan-catatan  pada  KMS  lansia  ke  dalam  buku register  atau  buku  bantu  kader.
Kader mampu memindahkan catatan-catatan pada KMS Lansia ke dalam buku register atau buku bantu kader dengan benar

Observasi
12
Melakukan  evaluasi  hasil  kegiatan  dan  merencanakan  kegiatan  hari posyandu  lansia  pada  bulan  berikutnya.
Kader mengevaluasi kegiatan posyandu dan merencanakan rencana pelaksanaan (hari, tanggal, waktu, agenda) posyandu di bulan berikutnya
Wawancara kuisinoer dan observasi


13
Melakukan  kunjungan  rumah  untuk  Penyuluhan  Perorangan  / sekaligus  tindak  lanjut  untuk  mengajak  lansia  untuk  datang  ke Posyandu  lansia  pada  kegiatan  bulan  berikutnya

Kader melakukan kunjungan rumah untuk penyuluhan perorangan sebagai tindak lanjut hasil pengukuran dan keluhan yang dirasakan pada saat kegiatan posyandu lansia. Kemudian mengajak lansia tersebut untuk  datang ke posyandu lansia pada kegiatan bulan berikutnya.
Wawancara kuisioner
14
Mampu mendokumentasikan kegiatan posyandu lansia
Kader mampu membuat dokumentasi setiap kegiatan posyandu lansia dan mengarsipnya


Observasi

No comments:

Post a Comment